Jika membicarakan tentang pekerjaan dan jabatan idaman, saya rasa sebagian orang cukup antusias dalam menanggapi atau berandai-andai dalam imajinasinya tersebut. Anda juga mungkin merupakan salah satu dari orang yang optimis akan hal tersebut. Pekerjaan dan jabatan idaman bagi saya mencakup gaji yang layak, jobdesk yang disukai, jabatan yang sesuai dengan minat, dan hal-hal baik lainnya.

Dalam dunia pekerjaan, para pelaku dan profesi yang mengajarkan perilaku optimis ini mengkumandangkan kata-kata hiburan, antusiasme, dan hiburan bagi para audiensnya. Salah satu kalimat yang sering saya dengar adalah “Bekerjalah sesuai dengan passionmu”, kata mereka.

Sejujurnya, saya masih terheran-heran mengenai optimisme yang kebablasan di negeri Indonesia ini. Apakah saya yang terlalu pesimis, atau orang-orang lain tidak melihat realita. Nampak indah, bukan? Jika Anda “kebetulan” mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang Anda impikan. Akan tetapi, saya ingin mengajak Anda untuk sedikit membuka mata mengenai pandangan pekerjaan idaman ini.

 “Inequality” di Indonesia masih sangat tinggi

Realitanya, dunia pekerjaan merupakan dunia yang sangat kejam dari segi persaingannya. Tetapi segi persaingannya itu sendiri pun bukan menjadi masalah dan alasan banyak orang tidak sukses dan mendapatkan pekerjaan idaman. Yang menjadi masalah adalah kondisi lapangan yang pemerataannya tidak seimbang.

Menurut data yang dilaporkan Badan Pusat Statistik, angka pengangguran per agustus 2019 kemarin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau dilihat secara kasat mata, kenaikkan dan penurunan angka juga tidak berpengaruh terlalu banyak, total jumlah angka dari pengangguran itu sendiri saja sudah menjelaskan keprihatinan masyarakat yang mengalami hal tersebut.

Bagaimana orang bisa mencari pekerjaan dan jabatan idaman, mencari pekerjaan yang layak saja susahnya minta ampun. 

Tawaran pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah orang yang berbondong-bondong datang ke job fair, melakukan lamaran melalui portal pekerjaan. Belum jika ditambah dengan kualifikasi atau standar perusahaan yang meminta demand tinggi. Jika melihat kondisi ini, korelasi antara mendapatkan pekerjaan dan meraih jabatan tentu menjadi dua hal yang berhubungan.

Kesenjangan sosial berperan dalam ketidaksetaraan persaingan

Kondisi lapangan pekerjaan yang diskriminatif masih menjadi pengaruh seseorang dapat direkrut dan dipekerjakan. Hal-hal seperti lulusan universitas unggulan, suku, agama, ras dan masih banyak lainnya terkadang masih menjadi persyaratan mutlak.

Saya mengerti beberapa perusahaan sudah beradaptasi dan mulai lebih terbuka serta memberikan kesempatan yang rata terhadap calon kandidat. Tetapi nyatanya skala ketidaksamaan dalam dunia pekerjaan ini juga masih besar jumlahnya.

Sebuah studi yang dilakukan World Bank terhadap Indonesia menunjukkan bahwa penduduk Indonesia meremehkan kesenjangan sosial yang terjadi di negaranya. Faktanya, kesenjangan sosial di Indonesia berperan cukup signifikan dalam perkembangan hidup dan karir seseorang.

Survei tersebut juga berkata bahwa sebagian dari penduduk Indonesia menganggap kesuksesan dipengaruhi oleh kerja keras sementara kegagalan dipengaruhi oleh kemalasan. Apakah Anda sering mendengar pembahasan ini muncul dalam diskusi Anda bersama dengan teman? Kata “malas” mungkin menjadi kambing hitam ketika membahas tentang faktor kesuksesan.

Jurnal penelitian pada Review of Economy and Statistics menyimpulkan bahwa faktor pendapatan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat Anda dan saya tinggal. Anda dan saya perlu mengetahui ketika melihat kondisi seseorang dalam meraih kondisi demikian biasanya dilingkupi oleh keadaan sekitar yang sangat mendukung.

Walaupun beberapa argumentasi dan pernyataan mengatakan kesuksesan mereka diraih oleh kerja keras, nyatanya saya yakin bahwa orang-orang lain yang tidak terlihat pun juga bekerja keras seperti mereka (yang sukses), bahkan mungkin lebih keras, tetapi tidak membawa hasil yang diharapkan.

Pentingkah untuk meraih pekerjaan dan jabatan idaman?

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa mendapatkan pekerjaan dan jabatan idaman di Indonesia itu sangat dipengaruhi oleh faktor keberuntungan, kelas sosial, dan lingkungan Anda. Kerja keras Anda seringkali nilainya tidak berarti jika dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya.

Apakah berarti tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan atau jabatan idaman yang Anda inginkan? Sangat mungkin. Hanya saja, ketahuilah bahwa usaha yang Anda harus keluarkan akan jauh lebih berat, lelah dan terkadang mengecewakan.

Ketahuilah, masih ada banyak hal lain yang saya yakin perlu Anda pikirkan ketimbang hanya ingin sukses dalam aspek pekerjaan Anda. Mungkin saja ada keluarga, hubungan interpersonal dengan orang lain, serta faktor-faktor aspek kehidupan personal Anda yang perlu diurusi juga.

Berbicara secara angka, tidak mungkin “semua” orang dapat mendapatkan pekerjaan dan jabatan idaman yang mereka inginkan. Selalu akan ada ketidakseimbangan yang pasti terjadi dan terkadang Anda ataupun saya dapat mengalami hal tersebut. Cobalah renungkan baik-baik dan saya harap pemahaman ini dapat membuka pikiran Anda secara lebar.

Realita akan selalu terdengar dan terlihat pahit, namun itulah faktanya dan terkadang yang dapat Anda dan saya lakukan adalah menerima kenyataan dan mencoba untuk beradaptasi semaksimal mungkin.

Terus terang, kondisi dan sistem ketidaksetaraan yang masih mewabah di negeri Indonesia ini membuat Anda dan saya terpaksa menjadi realistis dan menerima keadaan bahwa memang tidak semudah itu untuk meraih apa yang diinginkan. Jikalau saat ini Anda sudah mendapatkan pekerjaan dan jabatan idaman, maka Anda sangat beruntung. Jika tidak, hidup tetap harus berjalan, bukan?

 

Sumber artikel: https://www.kompasiana.com/nathanaelricardo/5e2513aed541df31150d8f12/mendapatkan-pekerjaan-dan-jabatan-idaman-tidak-semudah-yang-anda-pikirkan?page=all